Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label psikologi. Tampilkan semua postingan
8/12/2008

Masa hidup

Kebetulan, waktu itu sudah tengah malam, jarum pendek sudah hampir dekat dengan angka 12. Sudah ngantuk dan cape banged waktu itu. Tapi sebelum tidur, tidak hanya gosok gigi terlebih dahulu, persis setelah saya hampir ketiduran, saya terbayang lagi dengan pengalaman - pengalaman tadi siang bersama teman - teman, candaan yang paling saya ingat adalah kata "Mati Aja Kamu". Hehe, itu biasa sih, candaan anak - anak yang saat itu sedang konyolnya kaluar....

Sempat ketawa - ketawa sendiri sebelum tidur,.. gara - gara ngingetin kumpulan tadi siang, habis itu, aku tidur, dan melihat jarum pendek sudah melewati angka 12.... Tengah malam sudah, waktunya aku tidur....

Namun, sempat ku terbayang candaan dengan kata "Mati Aja Kamu" itu, menurut saya bagus, tapi kalau seandainya saya benar - benar mati besok... Teringat lagi kalau waktu itu sudah jam 12 lewat...

Kepikiran, sudah satu hari lewat, berarti masa hidupku, sudah berkurang satu hari... Waktu demi waktu, detik demi detik, dan saat ke saat yang terus berlalu, seiring dengan masa hidup kita yang terbayar dengan waktu yang berjalan. Masuk akal bukan.

Saat aku ulang tahun yang ke- 17 kemaren, teman - temanku memberi selamat ucapan ulang tahun. Namun, sedikit pikiran usil dari kepala saya, mereka memberi selamat kepada saya atas berkurangnya masa hidup saya, sudah 17 tahun umur total saya berkurang, hehehe..... mungkin mereka bangga, kalau berkurang satu orang seperti saya di dunia ini, hehehe, bercanda saja,....

Lalu, apa maksud dari semua tulisan ini?? semua cuma sekedar mengingatkan, kalau hidup itu ada batas waktunya, waktu yang semakin lama semakin terus berkurang....


..
Sudah ngantuk, tapi rasanya ingin sekali melakukan sesuatu, jam menunjukan jarum pendek di arah 12 lebih 5 menit. Kuambil hp ku di meja belajar, dan mulai menulis pesan singkat. Isinya kurang lebih seperti ini....

-------------------------------------

Jam 12 mlm se-Indnsia tgh..
ni sdh tgh mlm..
slamat, msa hidp anda brkrg 1 hri.


sdhkh mlkukn hal baik sblmx?


ap rncna kdpnx? sia2 kah?


-------------------------------------


Kukirim ini ke teman - teman yang tadi siang pada bercanda "Mati - mati" segala, dan sebagian teman - teman yang saya banggakan. Maaf yang teman, malem - malem mengganggu. Setelah ku kirim semua pesan itu, langsung saja ku matikan hpku, biar ada yang mau marah - marah, bisa ditunda, hehehehe.....

Paginya, saya nyalakan hp saya, terlihat banyak sekali pesan - pesan yang terpending masuk. Responnya kebanyakan bercanda, malah ada yang gak balas. Cuman, saya tersenyum saja pagi itu, smoga aku dan kawan - kawan sadar, kalau hidup, bukan main - main. Satu penyesalan.... Nulis artikel ini bukan langsung tengah malam itu, tapi siangnya, yaaaahh... feel nya kurang deh, hehehe....

8/04/2008

Nyombong? Lihat dulu kenapa....

Terkadang disekitar kita, kita jumpai asumsi - asumsi atau opini yang belum pasti dari hati kita masing - masing, contohnya: "Iih, ni orang sombong banget, sekolahan neneknya apa?", "Ampun, pembualannya ni anak", "Kaya top - top nya aja", "Ampun guru!", yah pokoknya semua presepsi yang maksudnya memvonis seseorang sebagai orang yang angkuh atau sombong, "Show off" atau pamer, dan sok paling hebat, sok sokan lah.



Kita pun, mungkin tak sadar pernah dikatai seperti itu, tak peduli sudah berapa kali, yang penting, kita belajar untuk mengerti kenapa kata - kata mutiara itu bisa dilontarkan untuk memberi gelar seseorang sebagai seorang yang sedang "nyombong"....



Ada dua sudut pandang yang bisa kita analisa dari masalah ini...

#Pertama, kita melihatnya dari diri kita sendiri, mengapa kita memvonis seseorang sedang menyombong?



#Kedua, dari orang yang kita vonis, mengapa mereka seperti itu? apa kita tau alasannya?






...


Didalam benak manusia, sudah tertanam rumus yang menentukan hasil dari reaksi yang kita tanggapi, salah satunya: "Apabila ada seseorang yang sedang memamerkan kebolehan/kelebihan/kepunyaannya tanpa diminta dan bermaksud melebih - lebihkan promosi dirinya sendiri, orang itu = nyoombong", bahkan ada persamaan lain yang berlaku bagi banyak orang, yaiu, tampang. Ada manusia yang memang diciptakan dengan tampang yang seperti itu, namun, sebenarnya bukan berarti tuha menciptakannya untuk harus pembualan, bukan, mungkin hanya rautnya saja, so? berhakkah kita tuk memvonis seseorang tanpa kejelasan yang pasti? daripada berdosa, lebih baik diam, tak peduli orang mau menunjukan siapa dirinya dan apa yang dia coba pamerkan.


Selain itu, mungkin mereka bukan sedang ingin berniat untuk pamer, mungkin, mereka tidak tau caranya bergaul yang baik dengan yang lain, mereka yang tidak biasa bergaul, dan banyak atau yang kemungkinan lain yang sering dilalui bersama hidup ini. Ada orang yang tidak suka menegur orang, ada yang jarang sekali menegur kalau kita tidak menegurnya, yaah, banyak alasan lainnya lah, cuman ada banyak alasan mengapa mereka seperti itu, mungkin mereka tidak ingin dianggap sok tebar pesona, sok baik, cari perhatian, ataupun alasan - alasan lain yang mungkin kita belum tau.

Semua bergantung dari kita, engga ada gunanya memvonis seseorang tanpa alasan yang begitu jelas, mau benar apa kagak, sama aja dosa, ga ada pahalanya!

Kalau mau jujur, yaahhh, gua juga termasuk orang yang dikatai seperti itu, ada beberapa kata - kata mutiara yang diberikan untukku, namun, tetap ku dengarkan dalam hati ku, dan aku belajar dari kata- kata mereka. Oh, aku sedang melakukan kesalahan... aku emang butuh belajar banyak lagi, yaah... nyantai aja....